terlupa

manusia terlupa. benarlah asal dari perkataan insan tu sendiri. membawa maksud terlupa. kita sering lalai. kita sering lupa. sahlah kita manusia ! lebih lebih lagi apabila kita berada diatas. time tu iman diuji dengan kuat. time tulah Allah benar benar menguji kita. sejauh mana kebergantungan kita. sebab waktu kita kat atas, kita cakap. kita dah beriman. betullah Allah pernah berfirman tentang ujian.

“apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan dengan mengatakan, ‘kami telah beriman’ dan mereka tidak diuji. dan sungguh kami telah menguji orang orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang orang yang benar benar dan pasti mengetahui orang orang yang dusta” (29:2-3)

cepat sangat kita mengeluh bila ditimpa ujian. tapi bila kita berada ditahap kita rasa kita dah ‘beriman’ time tu kita rasa bahagia. sebab kita cakap kita dah ‘beriman’ kita rasa Allah ada bersama kita. kita rasa amalan kita dah cukup. kita rasa kita dalam keadaan yang selamat bila kita compare dengan kejahilan orang lain.tapi, dalam masa sesaat je Allah boleh tarik balek rasa kenikmatan dalam perasaan ‘beriman’ tadi.

kita manusia biasa. yang jahil dan sentiasa diuij. tapi ingatlah janganlah sampai satu masa ketika Allah beri rasa nikmat beriman, dan tiba tiba ditarik semula. kita terus terjerumus dalam kejahilan. sesungguhnya rugilah orang begitu. sesungghunya ingatlah, Allah sentiasa mengingatkan kita. dia sangat sayangkan kita. dan dia begitu dengan kita. lebih dekat dari urat yang kat leher kita! begitu dekat Allah dengan kita, sungguh masih kita melupakan nya.

***

aku terlupa, disaat diri ini diatas. tapi orang lain tak tahu. hanya Allah sahaja yang tahu. disaat aku merasakan diri ini sudah cukup beriman. sudah dekat dengan Allah. tapi dalam sesaat je Allah tari balek nikmat tu. dia membuatkan kita lupa. dia menguji kita. ingatkah kita tujuan sebenar kita dicipta? begitu mudah Allah mebolak balek kan hati  kita. begitu mudah Allah menjentik hati kita. dan begitu mudah Allah mengetuk hati kita. tapi, cuma atas kehendak kita untuk mentafsir semua itu. samada menolak atau menerima dengan hati yang terbuka. Allah begitu adil dan maha mengetahui. dia lah yang memegang hati kita. leh itu, banyak banyak kan berdoa supaya Allah memegang hati kita, seperti mana dia memelihara hati orang yang beriman. dialah yang memegang hati seseorang. ya Allah, aku begitu jahil dan lalai ! ampunilah dosaku !

“ya Allah, ya muqallibal qulub. thabbit qulubana ‘alaa di nik wa ‘alaa to’atik, wa ‘alaa syahadatik fi sabilik. innaka ni’mal maulaa wa ni’mannasir”

sesungguhnya, aku menagih cintamu ya Allah🙂

About seciput

khalifah ALLAH
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s